Press "Enter" to skip to content

Guncang Industri Beauty Tech, Paragoncorp Launcing Smart Lab 2.0 Laboratorium pintar berbasis AI

JAKARTA, marajanews.id – Industri kecantikan Indonesia memasuki babak baru. ParagonCorp, raksasa kosmetik di balik brand populer seperti Wardah, Kahf, dan Make Over, kini mulai mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam dapur riset mereka melalui ekosistem Smart Lab 2.0.

Langkah inovatif ini diungkapkan oleh Deputy CEO sekaligus Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, dalam forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 di JIExpo Kemayoran (8/5). Transformasi ini bertujuan agar inovasi produk tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih personal dan relevan dengan karakteristik kulit masyarakat Indonesia.

Bukan Sekadar Digital, Tapi Lebih Pintar

Jika sebelumnya riset dilakukan secara manual menggunakan logbook kertas, kini ParagonCorp telah melompat jauh. Smart Lab 2.0 membangun lapisan AI di atas infrastruktur digital yang sudah ada. Ke depannya, mereka bahkan menyiapkan Smart Lab 3.0 yang akan melibatkan teknologi robotik dalam formulasi dan gudang otomatis.

“Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar. AI membantu proses riset menjadi lebih adaptif dan sistematis agar inovasi yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan konsumen secara presisi,” ujar dr. Sari.

Canggihnya AI: Dari Warna Bedak hingga Genetik Kulit

Salah satu terobosan nyata yang sudah dirasakan adalah teknologi AI Color Matching. Jika dulu menentukan warna (shade) bedak atau foundation membutuhkan waktu lama, kini AI mampu memberikan prediksi warna dengan akurasi di atas 95%. Hasilnya? Waktu pembuatan formula bisa dipangkas hingga 60% lebih cepat.

Tak hanya soal warna, AI juga digunakan untuk membedah data biologis yang rumit, seperti:

Genomik Kulit & Mikrobioma: Membantu peneliti menemukan bahan aktif yang paling cocok untuk mencerahkan wajah atau mengatasi jerawat.

Database Warna Kulit: Melibatkan data dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia agar produk yang dihasilkan (seperti cushion) benar-benar mewakili keberagaman warna kulit lokal dari Sabang sampai Merauke.

Teknologi sebagai ‘Co-Pilot’, Bukan Pengganti Manusia

Meski teknologi AI sangat mendominasi, dr. Sari menegaskan bahwa sentuhan manusia tetap menjadi kunci utama. Di ParagonCorp, AI diposisikan sebagai ‘Co-Pilot’, bukan ‘Autopilot’.

“AI membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru, tetapi pertimbangan ilmiah dan tanggung jawab manusia tetap menjadi fondasi utama dalam menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Melalui langkah ini, ParagonCorp berharap industri kosmetik nasional tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi mampu bersaing di level global dengan mengedepankan keamanan, etika, dan inklusivitas bagi seluruh konsumen.

Pilihan Judul Alternatif untuk Masyarakat Umum:

Canggih! ParagonCorp Gunakan AI untuk Ciptakan Produk Kecantikan yang Pas dengan Kulit Indonesia

Bikin Bedak Lebih Akurat, ParagonCorp Kenalkan Teknologi Smart Lab Berbasis AI

Rahasia di Balik Produk Wardah: Kini Pakai Teknologi AI agar Lebih Pas untuk Konsumen Lokal.#corcomparagoncorp

 

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi