Press "Enter" to skip to content

Kasus TPPO Terorganisir, Bareskrim Polri Dalami Hingga ke Akar-Akarnya

NUNUKAN, marajanews.id – Kepolisian Republik Indonesia terus mengembangkan penyidikan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terindikasi dilakukan terorganisir,  hingga saat ini, tujuh pelaku telah diamankan dan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Kami tidak berhenti di sini. Pengungkapan kasus ini akan terus dikembangkan hingga ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Direktur Tindak Pidana PPA PPO Bareskrim Polri, Brigjen.Pol Dr. Nurul Azizah, M.Si dikonfirmasi usai konferensi pers, Senin (7/5/25) di Aula Sebatik Mapolres Nunukan.

Pelaku saat ini masih diperiksa intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam jaringan perdagangan orang tersebut. Polisi belum membeberkan detail keterlibatan individu karena proses penyidikan masih berlangsung.

Kasus ini juga melibatkan anak-anak sebagai korban, dalam penangananya, polisi bekerja sama dengan pekerja sosial, dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT-DPPA) Nunukan.

Polisi menyerahkan korban ke Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk diproses lebih lanjut, terkaiy pemulangan ke daerah asal atau penempatan dalam pengawasan keluarga.

“ Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari sinergi antara Polri dan TNI. Keduanya bekerja sama dalam langkah pencegahan, penindakan hukum, serta proses repatriasi korban ke daerah asal,” lanjut Brigjen.Pol. Dr. Nurul Azizah.

Polri menduga kasus ini berkaitan dengan modus rekrutmen tenaga kerja migran melalui program multifaktor dan vaksinasi yang berlangsung di Malaysia pada 2020–2021.

Meski demikian, kepolisian belum bisa mengungkapkan detailnya karena masih dalam proses pendalaman.

Polri menegaskan, edukasi ke masyarakat terus dilakukan agar calon Pekerja Migran Indonesia memahami prosedur legal untuk bekerja di luar negeri.

Terkait kemungkinan keterlibatan perusahaan atau pihak lain yang memanfaatkan WNI secara ilegal, Polri menyatakan komitmennya untuk menyelidiki hingga tuntas.

“Kami akan terus bergerak dan menyasar hingga ke akar-akarnya,” tegas Direktur Tindak Pidana PPA PPO Bareskrim Polri ini.

Penyidik juga mengindikasikan adanya keterlibatan jaringan internasional dalam kasus ini, namun Identitas pelaku utama atau bos besar masih ditelusuri. Bareskrim Polri akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik begitu penyelidikan selesai.

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi