TARAKAN, marajanews.id – Anggota DPRD Kalimantan Utara, Rismanto, mendatangi kantor PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Tarakan, Rabu (4/3/26), untuk memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Nunukan tersedia menjelang Idul Fitri 1447 H.
Kunjungan ini digelar setelah beberapa bulan lalu Nunukan sempat mengalami kelangkaan BBM akibat kendala pengangkutan kapal SPOB yang menjalani perbaikan.
Terkait hal tersebut, Rismanto menyoroti alasan yang sebelumnya disampaikan pihak Pertamina bahwa seluruh kapal SPOB Docking bersamaan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak logis dan seharusnya dapat diantisipasi lebih awal agar distribusi tidak terhenti.
“Alasan Pertamina saat itu semua kapal SPOB doking, masa dalam waktu bersamaan kapal SPOB Nunukan doking semua, ini kan tidak masuk akal, kenapa tidak diantisipasi lebih awal agar suplai BBM Nunukan tetap lancar,” kata Rismanto saat mengonfirmasi persoalan tersebut di hadapan manajemen Pertamina Tarakan.
Politisi Partai NasDem itu juga menyinggung pola operasional SPBU di Nunukan yang dinilai tidak menentu.
Berdasarkan laporan masyarakat, sejumlah SPBU hanya beroperasi beberapa hari dalam sepekan, lalu tutup tanpa aktivitas, kondisi ini memicu antrean panjang dan meresahkan warga yang hendak mengisi BBM.
Dalam pertemuan tersebut, Rismanto juga mempertanyakan ada tidaknya aturan kemitraan antara Pertamina dan pengelola SPBU terkait jam operasional.
“Kami meminta supaya Pertamina turut mengatur jam operasional SPBU, khususnya yang ada di Nunukan. Masyarakat ingin mengisi BBM di SPBU, tapi sering kali tutup,” ujarnya dalam pertemuan itu.
Keluhan lain juga dari masyarakat, kata Rismanto, berkaitan dengan maraknya pembelian BBM di luar SPBU resmi, praktik tersebut dinilai rawan dari sisi pengawasan mutu dan distribusi, informasi yang dihimpun beberapa minggu lalu, masyarakat lebih sering mengisi BBM bukan di SPBU langsung, karena pernah juga ada kasus BBM dicampur air.
“ ini rawan, jangan sampai terulang,” tegasnya.
Rismanto mengingatkan bahwa keberadaan Pertamina menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah, lambatnya distribusi BBM meski hanya sekali, dapat melumpuhkan berbagai sektor usaha dan pelayanan publik, ia meminta perhatian serius terkait kuota, jadwal pengiriman, hingga mekanisme pemesanan agar kebutuhan masyarakat Nunukan terpenuhi tanpa hambatan.
Tanggapan PT. Pertamina Tarakan
Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan, Hariosoma Pangestu menjelaskan, operasional SPBU berada di bawah kendali masing-masing pengelola, dengan pertimbangan stok yang tersedia.
“SPBU buka berdasarkan ketersediaan stok dari masing-masing SPBU dan tidak ada aturan yang mengikat jam operasional. Namun masukan ini akan kami tindak lanjuti,” jawab Hariosoma.
Pertamina mengakui dinamika distribusi di daerah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, terutama pada rantai pasok laut.
Manajemen Pertamina Tarakan memastikan ketersediaan BBM dalam kondisi aman untuk dua hingga tiga pekan ke depan.
Mereka juga tidak menampik bahwa keterlambatan pengiriman pernah terjadi akibat kapal SPOB yang menjalani perbaikan teknis.
“Memang sempat ada keterlambatan karena armada pengangkut masih dalam perbaikan. Namun kondisi itu sudah kami atasi dan distribusi kembali berjalan normal,” lanjutnya.
Menghadapi Idul Fitri 1447 H, Pertamina menambah alokasi kuota atau overkuota sebagai langkah antisipasi lonjakan konsumsi.
Selain itu, tim Satuan Tugas Idul Fitri diterjunkan guna memantau penyaluran hingga ke titik serah di SPBU.
“Kami siagakan tim di lapangan selama periode Lebaran agar penyaluran berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat Nunukan terpenuhi,” ujarnya.#Adv







