NUNUKAN, marajanews.id – Dalam debat publik Pilkada Nunukan, paslon calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, H. Andi M. Akbar dan Serfianus, menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam mengatasi tantangan pendidikan di wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal).
Menurut Pasangan GAAS, hal ini menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah 3T, yang tentunya tidak dapat mengandalkan pemerintah saja, melainkan membutuhkan peran aktif dari sektor swasta.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Akbar menjelaskan bahwa wilayah perbatasan Nunukan memiliki tantangan besar dalam pembangunan pendidikan.
“Pendidikan di kawasan 3T memerlukan perhatian khusus, dan kami berkomitmen untuk menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya,” ujarnya.
Andi Akbar menyebutkan bahwa CSR bisa menjadi sumber pendanaan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Dana CSR, perusahaan dapat berperan aktif dalam pembangunan sekolah, fasilitas transportasi, dan program-program lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di daerah terpencil.
Paslon GAAS menilai bahwa banyak wilayah di Nunukan yang masih kekurangan fasilitas pendidikan yang memadai. Andi Akbar mencontohkan beberapa daerah yang masih harus mengandalkan sekolah filial karena jaraknya yang jauh dari sekolah induk.
“Kami berencana untuk membangun sekolah-sekolah baru di kawasan tersebut, dan CSR akan memainkan peran penting dalam mempercepat pembangunan,” jelasnya.
Selain pembangunan sekolah, Andi Akbar juga menyoroti pentingnya fasilitas transportasi untuk siswa di wilayah 3T. karena CSR dapat digunakan untuk menyediakan angkutan sekolah yang aman dan terjangkau bagi anak-anak kita yang tinggal di daerah terpencil.
“ ini sangat penting agar masyarakat kita dapat mengakses pendidikan dengan lebih mudah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Andi Akbar menambahkan bahwa sektor swasta dapat membantu memenuhi kebutuhan seragam sekolah bagi anak-anak di kawasan 3T.
“Kami akan bekerja sama dengan perusahaan untuk memberikan seragam sekolah secara gratis, agar anak-anak di daerah terpencil tidak terbebani dengan biaya pendidikan,” kata Andi Akbar.
Dalam kesempatan yang sama, calon wakil bupati Nunukan, Serfianus juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan swasta akan memperkuat ekosistem pendidikan di wilayah 3T.
“Ke depan, kami akan membuka peluang bagi perusahaan untuk terlibat lebih jauh dalam peningkatan kualitas pendidikan, baik itu melalui pendanaan, pelatihan guru, atau pembangunan fasilitas pendidikan lainnya,” tuturnya.
Paslon GAAS juga berencana untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di daerah perbatasan dengan menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami tidak hanya ingin membangun sekolah, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan di wilayah 3T dapat bersaing dengan daerah lain,” tegas Serfianus.
Dalam debat publik tersebut, Andi Akbar dan Serfianus menekankan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, pasangan GAAS akan terus melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar wilayah Nunukan.
“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan swasta, tantangan pendidikan di wilayah 3T bisa kita atasi bersama,” ujar Andi Akbar.
Melalui pendekatan ini, Paslon GAAS berharap dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Nunukan, terutama bagi anak-anak di kawasan 3T yang masih jauh dari akses pendidikan yang layak.
Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1 ini berkomitmen untuk membuat perubahan nyata dalam pembangunan pendidikan yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Nunukan.#timgaas/Adv











