NUNUKAN, marajanews.id – Senator DPD/MPR RI Larasati Moriska tak henti hentinya mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.
Mengawali tahun 2026 ini Empat Pilar MPR RI yang terdiri Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal kembali di sampaikan ke masyarakat, Minggu (8/2/26) siang di gang Limau Kelurahan Sedadap Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan.
Larasati Moriskan mengatakan, edukasi terkait nilai-nilai kebangsaan Indonesia menjadi kewajiban anggota legislatif karena lembaga perwakilan rakyat memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional dalam menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu terus disampaikan kepada masyarakat agar tidak tergerus oleh arus informasi yang menyesatkan.
“Anggota legislatif tidak hanya bekerja di ruang sidang, tetapi juga berkewajiban turun ke masyarakat untuk menyampaikan pemahaman kebangsaan secara utuh dan berkesinambungan,” kata Larasati.
Dijelaskannya bahwa negara perlu hadir membekali masyarakat dengan pemahaman nilai-nilai kebangsaan, sehingga pembangunan tidak semata diukur dari pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi.
Menurutnya, kemajuan fisik harus berjalan seiring dengan penguatan karakter kebangsaan agar masyarakat memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga persatuan dan identitas nasional.
Ia menilai, derasnya arus informasi dan perbedaan pandangan di tengah masyarakat menuntut peran aktif negara dalam memberikan pembekalan ideologi secara berkelanjutan.
“Pembangunan tanpa landasan nilai kebangsaan berisiko melahirkan generasi yang tercerabut dari jati dirinya,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan pemahaman kebangsaan menjadi fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang dewasa dalam menyikapi perbedaan serta mampu berpartisipasi secara sehat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain menyampaikan materi Pilar Kebangsaan, Larasati Moriska melalui panitia pelaksana membagikan buku Empat Pilar MPR RI kepada warga setempat, agar materi tidak hanya diterima secara lisan, tetapi juga dapat dipelajari kembali secara mandiri.
Menurut Larasati, buku Empat Pilar MPR RI memuat penjelasan mendasar mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Melalui buku ini, masyarakat bisa memahami nilai kebangsaan lebih utuh dan menerapkannya dalam kehidupan keluarga maupun kehidupan sosial,” ujarnya.
Ia berharap, buku empat Pilar MPR RI tersebut dapat menjadi rujukan bagi warga dalam membangun sikap saling menghormati, menjaga persatuan, serta memperkuat rasa kebangsaan di tengah keberagaman lingkungan sosial.
Dikonfirmasi usia kegiatan, warga Gang Limau, Nunukan Selatan, Ramlah mengatakan kegiatan edukasi kebangsaan memberi pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan seharihari warga, sehingga pesan kebangsaan tidak terasa kaku maupun menggurui namun memberikan kesadaran bersama dan hal ini menjadi kunci lahirnya lingkungan yang rukun dan saling menghargai.
Menurut Ramlah, selama ini masih banyak masyarakat yang memaknai nilai kebangsaan sebatas slogan, padahal penerapannya dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan keluarga dan tetangga.
Ia mengaku kegiatan tersebut membuka ruang diskusi antarsesama warga, terutama dalam menyikapi perbedaan pandangan.
“ mewakili warga saya mengapresiasi ibu Larasati Moriska yang turun langsung menemui warga, dan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, pendekatan seperti ini membuat masyarakat merasa didengar dan dilibatkan dalam proses membangun kesadaran kebangsaan.” ungkap Ramlah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar nilai kebangsaan tidak hanya dipahami, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak.
“ Jika kesadaran kita tumbuh dari lingkungan terkecil, maka persatuan bangsa akan semakin kokoh, dari lingkungan sederhana, lahir kekuatan besar untuk menjaga Indonesia tetap utuh.” Tutup Ramlah.#m02











