Press "Enter" to skip to content

DPRD Nunukan Soroti Penghapusan Anggaran Sister School 2026

NUNUKAN, marajanews.id – DPRD Nunukan menyoroti penghapusan anggaran Program Sister School Tahun 2026 yang sebelumnya telah diperjuangkan dan masuk dalam pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan itu dinilai memiliki manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi siswa dan tenaga pendidik.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, mengaku kecewa atas ditiadakannnya alokasi anggaran program tersebut dalam penyusunan anggaran tahun 2026.

Padahal, menurutnya, program Sister School telah dirancang dengan mekanisme yang jelas dan melibatkan sekolah-sekolah dari berbagai kecamatan secara bergiliran agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Mansur menjelaskan, Program Sister School merupakan bentuk kerja sama pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk belajar langsung di daerah yang memiliki sistem pendidikan lebih maju.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat memperoleh pengalaman baru, memperluas wawasan, serta mengadopsi metode pembelajaran yang dapat diterapkan kembali di sekolah masing-masing.

“Program Sister School ini sudah kami perjuangkan, mekanismenya sudah disusun dengan baik, sekolah-sekolah dipilih secara bergiliran dari setiap kecamatan, namun ketika penyusunan anggaran 2026, program ini justru dihilangkan, kami minta Pemkab Nunukan kembali mengalokasikan anggaran program Sister School untuk tahun anggaran 2026 bahkan harus dialokasikan setiap tahun” tegas Mansur. Senin (22/6/26) di Kantor DPRD Nunukan.

Ia menilai penghapusan anggaran sebesar Rp300 juta untuk program peningkatan kualitas pendidikan tersebut menjadi langkah yang kurang tepat, sebagai daerah perbatasan, kata Mansur, Kabupaten Nunukan dinilai membutuhkan investasi yang lebih besar pada sektor pendidikan agar mampu mencetak generasi yang memiliki daya saing dan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada proyek fisik semata, Pemerintah daerah juga perlu memberikan perhatian yang seimbang terhadap pembangunan SDM karena keduanya merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah.

Lebih lanjut, Mansur mengungkapkan, dalam perencanaan sebelumnya, peserta Program Sister School direncanakan melakukan studi pembelajaran ke sejumlah daerah seperti Malang, Balikpapan, dan Makassar.

Melalui kunjungan tersebut, para siswa dan guru diharapkan dapat melihat secara langsung perkembangan dunia pendidikan di luar daerah, kemudian membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada sekolah serta lingkungan sekitarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran program tersebut awalnya telah diperjuangkan DPRD dan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), namun pada tahap akhir justru dicoret.

Karena itu, DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) akan menelaah kembali berbagai usulan anggaran tahun 2027 untuk memastikan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat mendapat prioritas.

“Pendidikan dan peningkatan kualitas SDM harus menjadi perhatian utama, masa depan Nunukan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas generasi muda yang akan menjadi penerus daerah ini,” tegas Mansur.#m02

Bagikan :