Press "Enter" to skip to content

Begini Penjelasan Jubir GTP2 Covid 19, Terkait Zona PSBB.

NUNUKAN – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan untuk wilayah yang memiliki jumlah kasus meningkat dan menyebar signifikan dengan cepat ke beberapa wilayah.

Seperti yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, sebanyak 9 Kabupaten/kota yang sudah memberlakukan hal ini sebagai upaya memutus mata rantai pandemik corona.

Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Aris Suyono, S.KM, ada beberapa persyaratan untuk menetapkan pemberlakuan PSBB di suatu daerah, yang paling utama adalah terjadinya peningkatan terhadap penyebaran pandemik lokal.

” Untuk saat ini kita belum bisa menetapkan Nunukan sebagai kasus transmisi lokal, karena 9 kasus yang terkonfirmasi masuk kategori kluster gowa, belum ada penularan lokal di Nunukan.” kata Haris Suyono, Jumat (17/04).

Menurutnya, menetapkan suatu daerah dalam wilayah PSBB itu, musti berdasarkan kasus penyebaran pandemik artinya penularan covid 19 bertingkat dari generasi pertama kemudian menularkan ke generasi kedua dan ketiga, Namun saat ini Tim GTP2C 19 belum menemukan kasus penularan tersebut.

Selain itu, kata Haris, Kurva epidemologisnya meningkat drastis dan peta distribusi penyebarannya meluas di suatu daerah, demikian juga analisis aspek kebutuhan hidup dasar, termasuk infrastruktur pendidikan dan kesehatan.

” Apabila suatu daerah belum memenuhi sejumlah aspek tersebut, kemungkinan besar PSBB ditolak oleh Kementrian Kesehatan.” ungkap Haris.#Fik

Bagikan :

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Top Update :
error: Hubungi Redaksi
Pariwara Prokes