NUNUKAN, marajanews.id– Program makan bergizi gratis untuk anak sekolah yang diuji coba di Kabupaten Nunukan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Pusat yang bertujuan memberikan sarapan bergizi kepada siswa sebelum memulai aktivitas belajar.
Pjs Gubernur Kalimantan Utara, Togap Simangunsong, bersama Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program di tiga sekolah yang berada di Desa Binusan, Nunukan.
Program makan bergizi ini ditujukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang cukup, mengingat sebagian besar siswa di Nunukan diketahui tidak sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.
“Sekitar 75 persen anak-anak kita tidak sarapan pagi, dan ini tentunya akan mempengaruhi konsentrasi mereka saat belajar.
Karena itu, program ini diubah waktunya untuk menjadi sarapan pagi agar anak-anak kita bisa belajar dengan perut yang terisi,” kata Togap Simangunsong saat meninjau program tersebut.
Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, program makan bergizi gratis merupakan salah satu upaya yang sangat baik untuk mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak.
“Kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan sangat mendukung program ini sebagai bagian dari sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang cukup,” ujar Laura.
Laura juga menambahkan bahwa Pemerintah Daerah akan mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk mendukung program ini, termasuk fasilitas dapur umum yang dapat melayani hingga 3.000 siswa.
Namun, ia mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kondisi geografis Kabupaten Nunukan yang memiliki banyak sekolah di daerah pedalaman dengan jarak yang cukup jauh. “Kami perlu memastikan bahwa program ini bisa dijalankan dengan efektif di seluruh wilayah, terutama di daerah yang sulit dijangkau,” jelasnya.
Mengenai biaya dan harga bahan baku, Bupati Laura mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan akan mempertimbangkan harga bahan baku yang berbeda-beda di setiap wilayah.
“Jika di tingkat nasional harga satu porsi dipatok Rp 15.000, di Nunukan kami memperkirakan harga per porsi bisa mencapai Rp 20.000 karena harga bahan baku yang bervariasi,” tambahnya.
Bupati Laura mengajak semua pihak, terutama kepala sekolah, untuk berperan aktif dalam mensukseskan program makan bergizi gratis ini.
“Mari kita dukung bersama-sama program ini agar dapat memberikan manfaat bagi anak-anak kita. Dengan pemenuhan gizi yang baik, anak-anak kita bisa lebih sehat dan siap belajar,” harapnya. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang besar bagi kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Nunukan.#Adv













