Di antara dua patok
Ia berdiri Diantara dua kibaran bendera Ia tetap teguh
Di antara tumpukan pisang Keyakinannya tumbuh.
Di antara Rupiah dan ringgit Ia berjuang menakar hidup dengan keringat dan harap.
Ia perempuan perbatasan Yang tak mengenal lelah Tak belajar menyerah sebab hidup harus terus dilanjutkan.
Saat senja turun di rimbun sawit Ia menengadah pada langit yang tak penah mengenal batas negara.
Ia menjaga kedaulatan bukan dengan senjata, tapi dengan doa-doa Agar esok Pos lintas batas tetap terbuka bagi persaudaraan.
B’Cia
Sungai Limau, 22 Desember 2025






