NUNUKAN, marajanews.id – Kondisi ekonomi menurun menjadi keluhan warga saat Anggota DPRD Kalimantan Utara, H. Ladullah, menggelar reses di Kelurahan Nunukan, Sabtu (16/5/26), warga menyampaikan keresahan terkait semakin sulitnya memperoleh pekerjaan di tengah meningkatnya biaya kebutuhan hidup sehari-hari.
Saat penyerapan aspirasi tersebut berlangsung sejumlah warga memanfaatkan kesempatan itu menyampaikan persoalan ekonomi yang mereka rasakan dalam beberapa bulan terakhir, terkait Penurunan daya beli masyarakat dinilai semakin terasa, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor perdagangan kecil dan pekerjaan harian.
Sultan, warga Nunukan yang hadir dalam reses itu, mengaku kondisi ekonomi masyarakat perbatasan kini semakin berat, menurutnya, peluang kerja semakin sempit sementara harga kebutuhan pokok terus melonjak.
“Ekonomi sekarang sangat sulit. Cari pekerjaan juga susah, sementara kebutuhan hidup terus naik,” kata Sultan
Menanggapi keluahan warga, H. Ladullah, Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltara itu mengakui perlambatan ekonomi memang sedang dirasakan masyarakat, tidak hanya di Nunukan tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia, penurunan aktivitas ekonomi global disebut turut berdampak terhadap kondisi daerah perbatasan.
“Secara global memang ekonomi sedang kurang baik. Daya beli masyarakat menurun dan biaya hidup semakin tinggi. Tidak hanya di Nunukan, hampir seluruh daerah juga mengalami kondisi serupa. Tentu aspirasi ini akan saya sampaikan ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Menurutnya, posisi Nunukan sebagai wilayah perbatasan membuat perputaran ekonomi masyarakat sangat bergantung pada aktivitas perdagangan lintas daerah, ketika aktivitas perdagangan melambat dan lapangan kerja terbatas, masyarakat menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya, kondisi tersebut, kata dia, perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
Dalam kesempatan itu, H. Ladullah juga menegaskan reses bukan hanya menjadi agenda rutin anggota dewan, melainkan ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat, melalui kegiatan tersebut, berbagai persoalan warga dapat disampaikan secara langsung agar kebijakan pembangunan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami ingin memastikan suara masyarakat benar-benar sampai dan diperjuangkan, tugas anggota dewan bukan hanya hadir saat pemilu, tetapi juga terus hadir bersama masyarakat untuk mendengar dan melayani,” tegasnya.#Adv












