TANJUNG SELOR, marajanews.id – Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik memerintahkan seluruh jajaran memperketat pengawasan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia untuk menekan peredaran narkoba, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan, hingga kejahatan lintas negara.
Hal ini disampaikan saat Commander Wish kepada personel Polda Kaltara di Gedung Rupatama Bhara Daksa, Senin (19/10/26).
Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik menilai karakter geografis Kaltara yang mencakup jalur darat, laut, sungai, dan kawasan pedalaman menuntut pengawasan kepolisian yang adaptif.
Kondisi tersebut membuka tantangan tersendiri dalam mencegah pergerakan jaringan kejahatan melalui jalur tidak resmi, terutama di kawasan perbatasan.
Pemberantasan narkoba menjadi agenda utama dalam arahan tersebut, ia meminta personel tidak hanya mengungkap peredaran di tingkat pengguna, namun juga memburu bandar, pengendali, dan jaringan pemasok.
Polisi juga diminta memperluas edukasi masyarakat serta memulihkan kawasan rawan narkoba melalui koordinasi dengan BNN, TNI, Bea Cukai, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Pengawasan perbatasan juga diarahkan untuk mengungkap jaringan TPPO dan kejahatan ekonomi lintas negara.
Dalam penanganan TPPO, personel harus mengutamakan perlindungan korban, menelusuri jaringan pelaku, serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan seluruh tindakan penegakan hukum berjalan tegas, terukur, dan sesuai ketentuan hukum.
Selain pengawasan perbatasan, Kapolda meminta jajaran memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, merespons laporan dengan cepat melalui layanan darurat 110 dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) serta memberikan informasi perkembangan perkara secara jelas serta menyediakan pelayanan yang ramah bagi korban tindak pidana.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Kaltara juga mengarahkan pemberantasan judi daring dan penipuan digital, pembenahan integritas internal, serta penguatan peran Polres dan Polsek hingga kawasan terpencil.
Ia mengingatkan personel agar menjaga kejujuran, akuntabilitas anggaran, dan keteladanan pimpinan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Dalam Commander Wish tersebut, Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik paparkan delapan program prioritas yang meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan rekrutmen, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, akuntabilitas anggaran, pemolisian cerdas, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia juga mengarahkan personel menerapkan enam prinsip operasional: hadir melindungi, dekat mengayomi, cepat melayani, adil menegakkan hukum, terbuka diawasi, dan adaptif terhadap perubahan.
Arahan yang didampingi Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Yusuf tersebut diikuti personel Polda Kaltara dan jajaran Polres melalui Zoom Meeting serta meminta seluruh anggota menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, kepercayaan publik tumbuh melalui pelayanan yang cepat, penegakan hukum yang adil, serta kehadiran polisi yang mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat hingga wilayah perbatasan.#hmspldkltr








