Press "Enter" to skip to content

Hj. Rahmati Zainal Dorong Perempuan Perbatasan Kembangkan Usaha dari Rumah

NUNUKAN, marajanews.id — Perempuan di wilayah perbatasan berpeluang meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha rumahan berbasis keterampilan dan potensi lokal terutama usaha kuliner, kerajinan, dan produk olahan lokal.

Hj. Rahmati Zainal, SH mendorong pengembangan usaha tersebut melalui pelatihan, akses permodalan, dan penyediaan peralatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gagasan tersebut disampaikannya usai mengikuti acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Nunukan di lantai V Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (24/10/26).

Menurutnya, potensi usaha perempuan di Kalimantan Utara terlihat dari beragam produk yang telah berkembang di masyarakat. Perajin di Krayan, misalnya, menghasilkan tas berbahan rotan, sedangkan pelaku usaha lainnya mengolah rumput laut menjadi makanan yang memiliki peluang pasar.

Anggota DPR RI ini ingin perempuan memperoleh dukungan agar keterampilan tersebut berkembang menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“ Seperti Pelatihan produksi, pengemasan, pengelolaan usaha, dan pemasaran perlu menyertai pengembangan produk agar pelaku UMKM mampu meningkatkan mutu serta menjangkau konsumen lebih luas.” Kata Hj. Rahmawati.

Kedepan ungkapnya, akan membuka peluang untuk bantuan peralatan dan gerobak usaha bagi pelaku UMKM, rencana pengembangan skema bantuan tersebut akan dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan, termasuk edukasi akses modal melalui perbankan pemerintah.

Pelaksanaan program tersebut masih memerlukan pembahasan mengenai kebutuhan penerima, mekanisme bantuan, dan kriteria kelayakan usaha.

Selain pemberdayaan perempuan, Dewan Pembina IWSS Kaltara ini juga menyoroti peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Menurut dia, pemuda yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan gagasan inovatif dapat menghasilkan produk baru serta membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Ia menjelaskan, ekonomi kreatif bertumpu pada kemampuan menciptakan nilai dari ide, talenta, dan inovasi, hasil pengembangan tersebut dapat diteruskan kepada pelaku UMKM untuk diproduksi, dikemas, dan dipasarkan sehingga kreativitas generasi muda terhubung dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia berharap IWSS Nunukan turut mengambil peran dalam mengembangkan usaha perempuan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Melalui pelatihan, pendampingan, akses pembiayaan, dan pemanfaatan bahan baku lokal, perempuan di wilayah perbatasan diharapkan mampu memperluas usaha sekaligus menambah pendapatan keluarga.#m02

 

Bagikan :
error: Hubungi Redaksi